Pages
Friday, July 2, 2010
TAK SANGGUP
Yang terasing dalam sudut hati
Yang terbuai pada tatapan semu
Yang hilang dalam bunga tidur sesaat
Yang tersakiti pada masa lalu
Terlena menunggu cahaya bulan
Berharap pada keajaiban bintang
Menyesali gelapnya malam tanpa airmata
Dalam kata-kata semu terangkai indah
Hingga tersadari pada matahari
Yang setia mencari
Menemukan
Menggapai
Tersenyum
Pada mata indah kekaguman
Pada rindu yang baru
Namun pada ketakutan masa lalu menghantui hati
Tak sanggup melawan masa lalu
Tak sanggup pada rasa terhina dalam sakit yang membekas.......
Tuesday, June 29, 2010
Duduk Dalam Diam
Hancurkan cinta ini dalam keheningan
Sapalah kehampaan dengan senyum
Dan bersandarlah
Janganlah kau hirau
Dengan semerbak wangi dunia
Karena dia hanya akan membuai
Dalam sebuah mimpi tak berujung
Kecup saja kepahitan ini
Dan beritahukan padaku
Tanya Hati Ini
Tentang hatiku
Tentang apa yang kurasa
Semua yang kuinginkan
Karena......Bagiku.....
Bumi berputar
Tapi waktu terhenti
Tak bergeming dan bergerak
Hanya dalam hatiku
Setiap rasa itu datang
Diapun pupus dan terbuang
Seiring angin musim dingin yang mendesau
Menyelimuti hati kecut yang ketakutan
Dimanakah impianku tak bertepi
Cerminan raga tak bersosok
Wednesday, June 9, 2010
SAHABAT DIMANA?
NYANYIAN HUJAN
Dimana air menderu menyentuh atap...
Angin mendesau dedaunan...
Dan badai yang menyentuh tanah...
Sebuah kolaborasi alam yang tak terejawantahkan...
Tapi selama apakah suara ini terus bernyanyi ?
Jika surya kembali muncul tersipu...
Dan pelangi merangkak menyapa...
Kesenangan ini pun berakhir sudah...
Jangan bersedih bungaku...
Hujan dan pelangi otu bersahabat...
Bahkan mentari itu pun demikian...
Tak akan ada indahnya pelangi tanpa hujan mendahului...
Akan jadi sebuah hadiah besar jika nayanyian hujan ini ditutup dengan.....
Sebuah cicit baru dari sang burung muda...
Tersenyumlah bunga...
Friday, June 4, 2010
Kedekatan Hati
Wednesday, June 2, 2010
Jenuh
Sekedar Ucapan
Apa yang terjadi...
Dengan jiwa sepiku...
Menggapai cinta..
Yang terbuang...
Dan terlupa...
Kaki menjejak...
Tanpa asa...
Dimana bayangmu..
Hanya hadir untuk menyapaku...
Inikah cinta tertunda..
Diayun Lamunan
Ku bernyanyi
Melelapkan haru di mataku
Meleburkan kesepian di hatiku
Melarutkan duka dalam sukaku
Melati putih ini perlahan merekah
Ditengah hujan yang memburu
Dalam kuatnya badai menembus
Dan akhirnya pelangi yang melambai
Dalam airmata kutelan dia
Saat tersedak dia terucap
Dalam amarah dia terpendam
Denting lagu "........"
Tuesday, May 18, 2010
Kesedihan Tak Terkira
Hingga mampu menyesatkan
Entah dimana arah yang benar
Tak kusadari, aku menangis
Ku melangkah..entah kemana
Utara, selatan atau barat ?
Apakah penting ?
Melangkah sajalah
Kerikil tajam tak terasa melukai
Perih sekali, seperti hati yang terluka
Hai alam, tidak bisakah kau kali ini bersahabat ?
Padaku ?
Alangkah sakitnya..jika..
Tangisan ini harus kupecah dalam tertawa
The Heart's
PUASKAH KAU ?
Wednesday, May 12, 2010
Adalah Aku
Menatap kosong pada kegelapan
Dalam sepi terselimuti dingin
Hingga hening terbingkai sesak
Menunggu di sudut kekalutan
Meraba waktu dalam lelap
Jika setitik cahaya adalah aku
Dalam sebuah senyum akan pengertian
Dalam bayangan indah tercampakkan
Juga aku menemani bayanganmu...
Menyentuh bukan meraba....
Di sisi kekosongan dan kehampaan
Mendekati bukan menghampiri...
Pada yang rapuh....
Tersenyum tulus....
Adalah aku dalam pengorbanan tersisa
Dan adalah aku dan aku!
Tuesday, May 11, 2010
Rasa Dalam Waktu
Waktu bergulir melewati tidur panjangku...
Hanya menyisakan garis putih di kepala...
Bukan tak bersyukur atau menyesal...
Cuma...waktu yang bersamaku...
Duduk membelai rasaku...
Yang selalu terbuang...
Tak terlihat dan terjamah...
Di sudut mata indah itu...
Masih kulihat air mata...
Sesuatu...
Sampaikan rinduku lewat angin....
Lewat sela - sela padang luas....
Lewat gerimis yang bernyanyi....
Kusampaikan pada sungai...
Hilangkan dahaga khayalanku...
Hanyutkan di arus tenangmu...
Hingga laut dan melebur...
Rindu dan kenangan....
Kebersamaan...
Haru dan senyum...
Hanyalah.....lelah....
Lunglai, layu dan terabaikan...
Sebatas impian yang tercampakkan...
Thursday, May 6, 2010
Hapuslah... Kumohon..
Kesedihan ini membasahi pipiku...
Menghapuskan senyum...
Kala senja menjadi badai...
Kuharap...............
Mendung dan petir ini....
Bukanlah derita tak sudah....
Tapi.....
Awal dari merah mawar yang kan merekah...
Bukalah tirai hujan ini...
Lihatlah pelangi indah yang tersimpan itu...
Seakan kau temukan belahan jiwamu...
Penuh kalimah syahdu...
Kekasihku...
Monday, May 3, 2010
CERITA PINGGIRAN
Dari seorang yatim yang menangis...
Menghiba dan menadah...
Bermodal wajah sendunya....
Pada langit dia memaki...
Pada bumi dia mencaci...
Kala hujan kegirangan...
Kala terik dia melompat...
Kadang dia meronta...
Memandang sinis pada sang kaya...
Memandang rendah pada sesama...
Seakan belahan jiwa yang tak terjawab...
Kembali pada wajah sendunya....
Tiada yang lebih merona...
Dari darah yang tercoreng di pipinya...
Sunday, May 2, 2010
Tanya Rindu, Tanya Ku…….
Wednesday, April 28, 2010
Pelangi Kami
Menerawang indahnya dunia...
Pada teman dan sahabat
Pada cerita dan cita...
Menemui senyum.....
Melalui rangkaian detik tercipta...
Mengiringi kesetiaan angin yang akrab menemani
Lembutnya suara pada nurani
Akan pelangi hati yang ada
Warna-warna aku, kamu dan kalian
Mengartikan kebersamaan.....
Bukan cinta dan jatuh cinta
Bukan memiliki dan termiliki
Namun pelangi hati kami di jiwa kami
Tuesday, April 27, 2010
The Push…
Malam ini bak bintang mati...
Terang tidak, kelampun tidak...
Hanya isyarat temaram sepi...
Dengan mata yang sendu...
Terpejam rasa terjaga...
Melihat seperti bermimpi...
Berjalan sambil meraba...
Malam ataukah siang ?
Tak ada lagi tali pemandu...
Melihat alam di kala bulan bersedih...
Mencari biduk yang melayang...
Karena bintang itu...telah mati....
Sang biduk dan orion...
Hanya mampu membimbing sejenak...
Tak pelak dan asa tajam...
Kesedihan...bintang mati...
Friday, April 23, 2010
Cerita Bayang – Bayang
Tuesday, April 20, 2010
Surgaku….Apakah Tak Sama?
Sembari membayangkan indahnya surga ini...
Karena....
Masa ini, jalan indah itu sudah terlalu gelap...
Untuk dirasa, dilihat dan diraba...
Dulu....
Setiap rumput bergoyang mengikuti belaian angin...
Dedaunan menari ditelan musim...
Dan pohon semakin gagah oleh usia...
Kini...
Mentaripun enggan bangun dari mimpinya...
Bulanpun tak mau menerangi malam...
Segelap itukah surga ini...
Friday, April 16, 2010
Suara Jiwa
Terselimuti gemuruh hati pada lubuk yang terdalam
Pengakuan jiwa akan bayangan kelabu
Menggetar pada sebuah kenyataan....
Hanya menemani dalam keberadaan semu
Hanya mencoba setia pada ilusi....
Hanya menari pada rasa sakit tertahan
Hanya melukis kisah pada kata-kata menenangkan...
Terbuai akan gelapnya malam
Terlelap dalam keindahan bulan
Terbangun pada arti yang sebenarnya
Hingga suara jiwa tetap bertanya....
Sampai kapankah?
Bukanlah Puisi
Membuai imaji dan khayal setiap nyawa...
Membelenggu batin namun penuh syukur...
Membias senyum hingga nafas terhenti....
Sahabatku bertutur....
Melodi indah itu ibarat cinta....
Melambungkan angan....sekaligus menghentakkannya....
Menyenangkan juga menyakitkan disaat bersamaan...
Sentuhannya hancurkan duka...
Suaranya luruhkan lara...
Matanya teduhkan jiwa...
Adakah kebahagiaan dan siksaan seperti ini ??
Melodi ini tetaplah melodi....
Dentingan dawai piano...
Atau getar senar gitar yang genting...
Antara ikhlas dan tidak...
Wednesday, April 14, 2010
Masa Lalu
Tuesday, April 13, 2010
Siapakah Aku....
Bolehkah aku menyapa....
Ketika angin sedang berhembus...
Siapakah diriku ?
Apakah hanya sebuah cerita pelengkap zaman ?
Dibawah roda zaman yang terus berputar...
Awan yang terus berganti antara hujan...
Dibalik semua cerita dongeng yang di tuturkan...
Siapakah diriku ?
Tanah yang kupijak...
Udara yang kuhela...
Langit tempatku bernaung...
Mereka tau...siapa mereka...
Gerimis sudah menjadi hujan...
Basahi setiap kehidupan....
Menenangkan jiwa sepi...
Seperti jiwaku...
Saturday, April 10, 2010
Lelahku
Merintih dalam buaian angin...
Yang terbang dalam tangisan...
Akan keagungan cinta dan kepercayaan rasa...
Terbawa pesona kisah terselubung
Penantian dalam kebohongan..
Terhempas di keraguan sukma..
Kembali pada logika hidupmu
Pada warna duniamu..
Indah taman bungamu..
Kerinduan akan masa lalumu..
Hilang terbang terbawa adalah aku..
Sepenggal kenyataan dalam torehan cerita..
Hanya akan tersenyum pada janji terakhirku..
Untuk kamu dalam kebahagian hatiku..
Tanpa pernah memiliki namun indah!
Aku lelah dengan semua ini...!!.
Kamu.. Bukan Aku..
Menatap keluguan jiwa
Terpesona pada kedekatan karakter
Terbelenggu pada kisah yang nyaman....
Bersama lalui satu cahaya...
Hingga sirna karena kejujuran..
Jika jiwa adalah milikmu...
Dan Hati tetap untuk Dia..
Ragaku milik siapa?
Aku tetap ada dalam bayang kesalahanmu..
Bukan tak bisa memaafkan...
Hanya mencoba menyadarkan....
Pada rongga napas yang polos menanti...
Kisah kita adalah kita
Bukan untuk menyakiti Dia...
(dedicated to: KP)
Friday, April 9, 2010
Pendek Saja...
pasang dan surut...
tetapi sang ombak tetap setia...
terus menghempas harapan...
dan berharap...
kupejamkan mata....
nikmati indahnya lembayung...
entah jingga atau kelam...
hanya dengan hati...
Dalam Warna Hati
Hijau dalam hamparan hidup akan terlalui....
Pada detik yang bermain dalam balutan biru yang polos....
Terselimuti kehangatan emas...
Hingga gersang dengan seujung harapan....
Memohon tetesan kebeningan hati...
Jauhkan kesejukan...
Dekati jiwa..
Disisi hitam kelam tanpa batas.....
Untuk tersenyum pada kilauan penantian
Tertawa pada segala ketidakabadian....
Terpuruk pada abu-abunya ruang..
Menagisi merah yang tercipta.......
Tersesali pada hitam yang datang dan putih yang pergi....
Thursday, April 8, 2010
Kisah Bukan Kasih
Titik yang terlewati hanyalah titik hitam...
Garis yang terlampui terlalu jauh dalam benak.....
Dingin yang terasa bukanlah pembekuan hati..
Hijau hamparan yang terpampang hanyalah sebuah kisah...
Kisah dalam balutan mimpi
Bukan yang terkhayalkan...
Kisah lalu yang terlewati pada noktah hitam..
Bukan untuk digapai...
Dalam kehangatan kata....
Dalam senyum yang pernah ada..
Dalam isak yang terlambat..
Dalam kebohongan waktu....
Dalam kisah yang harus diakhiri..!
Cermin Cemburu
Cermin dalam ruang rupa menangis
Wajah kesedihan yang jauh terpancar
Namun tak mau terakui........
Jangan bohong pada yang terpikirkan...
Bias wajah sendu tersampaikan pada kedekatan nurani...
Pada ketidak biasaan dan pembelaan karakter
Pada kejujuran akan hilangnya sebuah dunia
Padamu aku bertanya, adakah perbedaan itu?
Aku takut ada yang mencemburui
Karena aku telah cemburu pada kisi cermin tersembunyi....
Aku tetap ada di balik cermin cemburu.
Karena hari kita adalah milik kita......
Dalam irama apa yang kita rasakan....
Karena akan selalu ada Cermin Cemburu aku dan kamu.......!!!
Hening
menenangkan hatiku...
menghapus segala kesedihan...
dari seorang budak kesepian...
bagai denting merdu tuts piano...
begitu bening..begitu jernih...
membasuh luka hilang...
melepas dahaga...
berayun irama hidupku...
lembut membelai..kiri dan kanan...
semilir dan halus ditelinga...
hening....
kelopak berguguran
The Soul
Dimanakah jiwaku...
Nyanyian tak terperi...
Runtuhkan segala tawa...
Besembunyi dibalik luka...
Ku genggam sebuah ingatan...
Tentang segalanya...
Yang bisa membuatku...
Belajar...akan terjatuh....
Kujaga cahaya ini...
Walau hanya redupkan cahayaku sendiri...
Terkadang pun harus mengalah...
Untuk hanya sekedar menjejak...
Tak kan kubiarkan s'muanya hilang...
Walau hanya untuk seketika...
Karena aku tak mau lagi kehilangan...
Jiwaku.....
Roda Terbalik
ketika matahari berpendar...
suara syahdu subuh berkumandang...
saat mata - mata mulai terjaga...
dari mimpi indah semalam...
aku malah tertidur...
saat perjalanan manusia dimulai...
saat nafas - nafas bekerja mulai tersengal...
ketika raungan si bocah memekakkan telinga...
dan derap langkah saling memacu...
aku tetap tertidur...
perjalanan ini terasa terbalik...
tiap detiknya tetaplah kelam...
memaku langkah yang sudah terpatri...
dalam - dalam di kesunyian hari...
akupun tetap saja masih terlelap...
ADALAH TANPA MAKNA
Ada keresahan yang selama ini aku rasakan namun tak pernah mampu aku ungkapkan pada siapapun. Ku tutupi dengan kesibukan yang mulai menjenuhkan, dengan senyum yang terasa hambar, dengan kebesaran hati yang menyakitkan, dengan kesabaran hingga tak berujung!
Ada rasa yang mulai mengganggu hari-hariku namun tak pernah ku tahu dan yakini. ku tutupi rasa ini demi sebuah kebahagian lain, demi arti seorang aku, demi sosok aku di mata kalian, demi aku harus menahan air mataku sendiri, demi aku ingin melihat kamu selalu tersenyum dalam lelah dan masalahmu, demi kisahmu tanpa kisahku!
Ada sebuah kehidupan dan dunia lain yang kutahu namun tak pernah ku miliki. Ada sebuah episode yang tengah kamu dan kalian mainkan. Terhormat bagiku bisa ada dan sedikit saja menjadi bagiannya. Demi kebahagian dan arti sebuah dunia yang datang hingga saatnya aku yakin waktu yang akan memisahkan. Menjadi suatu bagian cerita lain dalam tiap waktu yang ku lalui. Sama seperti saat-saat terindah yang telah menjadi bagian itu dan terasa biasa dan harus ku akui kebesaran jiwa terasa menyakitkan pada sesuatu yang tak pernah bisa kita miliki.
Jika malam menjelang menghantarkanku pada indahnya sisi hidupku yang lain, aku hanya ingin bertanya....Salahkah aku....?! Jika semua tanyaku adalah kepercayaannya, jika pemikiranku adalah keberhasilan kalian. Jika hatiku bukan pada siapa2....
Salahkah jika aku MUAK dengan ini semua?!!
Cerita Peri Dan Misteri
lembut dan syahdunya suara itu...
hingga aku terjaga dari lelapku...
sayup sampai ada dan tiada...
menangis sepertinya...
kususuri lorong gelap ini...
berharap...dan...cemas...
seorang perikah itu...
lunglai sekali...
kedekati dia...
kuusap airmata....
lalu...
dengan mata sayunya...
dia menerawang dan berbisik...
berjalan itu dengan mata...
berlari itu dengan hati...
dan berkata dengan airmata...
karena semua adalah lelap...
Sisi Hati
Menatap air mata pada sebuah kisah
Kata-kata tertuang yang aku tak pernah bisa terbaca
Jika sebuah keberadaan hati tidak menyakitkan,
Mengapa harus ada pertarungan batin?
Mengapa harus ada kebesaran jiwa?
Memainkannya berulang
Hingga mampu memutar kembali waktu
Mengapa rasa kehilangan itu selalu ada?
Hingga jatuh ke tanah
Dalam sebuah keberadaan hati yang nyata.
Dalam senyum saat nama tertulis
Kisah dalam gelas kosong di atas meja
Gema mengisi kamar ini
Akankah kenangan pergi entah kemana?
Tidak ada kata yang dapat datang tanpa sebuah kesedihan
Tidak juga dapat menghentikan hujan
Hingga kuharap kau bisa mengambil kembali
Walau aku telah salah akan keberadaan mu…
Namun aku telah jujur pada keberadaan hatiku…..
Ruang Mimpi
menangis tak terperi...
gapai indahnya cahaya...
untuk sebuah rasa...
sunyi hangatkan hati...
Rohku terbang entah kemana...
Menyapa dinginnya badai musim ini...
Melambung bersama hujan musim semi...
Dan tiba - tiba....
Harum tubuhmu tercium hingga disini...
Bangkitkan rindu yang t'lah terbuang.....
Sekian lama....
Kenapa bayangmu mengusik...
Mindaku yang t'lah larut dalam kesendirian..
Saturday, March 27, 2010
Seorang Tak Bijak
Detik Waktu melintas...
Melupakan semua kenangan...
Tentang sesuatu...
Yang seharusnya bersamaku...
Ingin kuberlari....Bersembunyi..
Membawa setiap keping harapan...
Akan sesuatu yang selama ini...
Tertinggal...
Bak sebuah mimpi yang pongah...
Berlagak di dinginnya sebuah musim...
Padahal bibirnya bergetar...
Kedinginan..Dan..Itulah Jasadku...
Sebuah harap tak bijak...
Selalu merapal mantera waktu...
Disebuah sudut senja...
Yang bahkan tak pernah mau melihatnya...
Inilah sajak tak bijak
Bulan Muram
ku
ingat
pada lima
titik dalam sketsa
.Di dinding jantung tanpa detak
..Tanpa warna binar kilauan makna
...Terselubung awan hitam pekat
....Hempas lepas purnama bulan
.....Di kejauhan malam gelap
Sketsa ragamu merangkak
Mencari Bulan mu.....
Di benak keraguan
Jika itu redupkan
ruang dan waktu
Hingga akhirnya
Bulan muram
Pada alam
mu.....
Sebuah Episode
Dengan Kehampaan Hati,
Dan, Penyesalan Yang Begitu Besar,
Pada Kesalahan Dan Dosaku,
Pun, Dengan Rasa Bersalah,
Kuharap, Dia Mengampuniku
Kurasa, O, Alam Fikiranku,
Terasa Angin Sepoi Basa Menyapa,
Telingaku Merasa Desiran-Nya,
Mataku Melihat Bintang Redup,
Pun, Hatiku Merasa Getir Dan,
Kecut Menyelimuti
Airmata, Serta Kebeningan Hidup,
Kelembutan Kehidupan Berusaha Menyentuhku,
Dalam, Ketenangan Diriku Berucap,
" Inikah Alam Khayalan Ketenangan ?"
Kami Masih Ada
Pada jiwa menghantar mentari
Terangkai alunan irama pagi
Baluti kehangatan hati
Pada sosok indah leburkan mimpi…
Pada kebisuan ilalang tandus yang sepi…
Di tengah kehidupan yang mati suri….
Tanpa mencari makna hakiki….
Tersumbar masa lalu yang pergi……
Pada hati untuk jiwa hampa…
Dalam tangisan merintih….
Menemani di sisi angin berbisik
Akan batin yang pilu........
Dan luka berkata kami masih ada!!
Friday, March 26, 2010
Hanya Bisa Terfikirkan
Detik waktu melewatiku,
Ketika membuka kelopak mata,
Aku terjaga di sebuah taman ketamakan,
Derita menyertai, Pun bersama,
Kegetiran mengangkasa rupa,
Dan Tahukah hatiku APA ?
Dalam kegelapan aku meraba,
Menyentuh tapal batas,
Yang seharusnya tak pernah kufikir,
Apakah kau ada disana,
Apakah kau melihatku,
Dimana Angin, Bulan, Bintang,
Apakah awan gemawan melupakanku,
Kehidupan meninggalkanku,
Alam kematian adalah kebahagiaanku
Aku Tahu.........
Aku tahu....suatu saat aku akan kehilangan kamu......
Kamu akan pergi dengan duniamu..
Dan dengan kesedihanku...
Kamu akan kembali pada bunga-bungamu yang indah...
Dan dengan kecewaku..
Taman yang kamu ciptakan hanya sesaat untuk ku lihat..
Namun bukan untuk ku nikmati...!
Waktu yang kamu ciptakan hanya sesaat untuk ku rasa..
Namun bukan untuk ku miliki..
Aku tahu....kamu baik...
Tapi aku tak sanggup dengan kebaikan mu!
Aku tak sanggup dengan tamanmu....dengan bunga-bungamu..
dengan tawamu...dengan suaramu...
Aku tahu..suatu saat dan selamanya nanti...
Sayangku adalah abadi..
Dalam setiap kisahmu..
Dalam setiap ceritamu..
Dalam setiap hatimu..
Dalam masa depanmu..
Untuk janjiku selalu menemanimu..
Yang tak pernah kulihat namun kudengar...
Karena aku tahu....
waktu perlahan menghantarkan mu pada kejujuran....
Dalam tetes airmata kebodohanku...
Karena kejujuranmu yang polos..
Untuk aku kehilanganmu...!
Karena sadarku pada kenyataan....
Akan kamu dalam bagian hidupku!
Pertanyaan.......
" Jika ada pertanyaan bagaimanakah aku meninggal, jawablah bagaimana caraku menjalani hidup "
Ini adalah perkataan yang sangat bijak sekali, seharusnya kita tidak hanya melihat apa yang terjadi hari ini dimana seseorang dalam keadaan sangat kekurangan atau pedih saja, tapi lihatlah juga dia ketika masih tegar menghadapi hidup. walaupun hal ini hanyalah untuk mendapatkan pelajaran berharga dari dia..
Bagaimanakah aku menjalani hidup ?
Entahlah......
Saat sebuah senyum terindah itu ada..
Perlahan alirkan kebahagian dalam jiwa
Namun……….
Titik-titik kekecewaan menghampiri pelan…
Menuju titik kesedihan tanpa airmata……
Menenggelamkan segalanya…
Tanpa ada yang tahu…
Bahkan raga pun acuh….
Tanpa ada yang peduli…….
Bahkan angin pun menjauh…
Tanpa ada mau mengerti…..
Bahkan bayangan ini pun tak tampak
Kekecewaan tanpa makna..
Kosong…..
Dengan kesedihan diatas kehampaan kata-kata….
Bukan yang terdengar tapi terlihat!
Karena hati tak pernah mengenal kata kompromi
Dan logika harus menyimpan kepura-puraan….
Jika harus selalu tersenyum pada titik itu…
Aku ingin bertanya, sampai kapan?
Sampai waktu yang akan menghilangkan titik itu?
Sampai kejenuhan mengakhiri sebuah permainan?
Sampai logika menjadi keras kepala?
Sampai hati ini kembali mengalah?!
Dan sampai kapan titik itu menemani?
Jika…
Kecewaku adalah senyum palsu
Sedihku adalah diam….
Dan diamku hanya dapat berharap…
Tanpa mengantarkan pada sebuah kebahagian
Namun menunggu dengan berjiwa besar
Demi kebahagian!
Kosong
Catatan ini sengaja kuberi judul kosong, hanya untuk mengingatkan aku pada sesuatu yang sudah cukup lama hilang dari hidupku..
dari satu sisi aku ikhlaskan kehilangan itu untuk sesuatu yang aku harapkan akan mendapat jauh manfaat dengan keikhlasan itu. tapi semakin lama keikhlasan itu jadi terus berkurang, menyesali ? Mungkin itu juga yang aku tanyakan pada diriku tentang kehilangan ini. Hingga detik aku menulis ini, belum juga aku dapatkan hasilnya. Bahkan sedikit putus asa rasanya kedepan khusus untuk yang satu ini.
Mungkinkah kehilangan yang sejujurnya tak dapat dikatakan kehilangan ini sudah benar aku lakukan, entahlah. adakah manusia yang ketika bertanya pada hati nuraninya ( dimana kata orang nurani akan selalu menjawab dengan sebuah kebenaran yang tak akan pernah salah walaupun orang itu akan melakukan kesalahan, pasti nuraninya akan mengatakan kejujuran saat itu ) dan hati nuranimu tak bisa menjawabnya.
Rasa luruh sedikit demi sedikit tembok yang aku bangun dengan penuh kepercayaan bahwa akan sangat kuat ini.
" Ketulusanku tak akan berubah walau........."
Satu kalimat dari sebuah lagu favoritku yang kudengar ketika menulis ini, sebuah lagu yang selama ini mungkin banyak membayangi langkah setiap orang.. Tapi benar sudah tuluskah ?
Saat ini tak ada kata lain yang bisa kutuliskan lagi...
Hanya sebuah tulisan yang ALLAH SWT dan AKU yang mengerti..inilah sebenar - benar judul yang tepat untuk setiap ketulusan ini.
Harus Melihat Kedepan
Hidup itu akan terus jalan kedepan tanpa peduli kamu suka tau tidak. Tanpa melihat apakah kamu masih ingin untuk duduk dan menangisi kehilanganmu kemarin, atau duduk saja dan tidak ingin bergerak sama sekali..
Itulah kata orang dulu padaku dan selalu berusaha aku ucapkan agar lebih paham, kini semua itu tidak hanya sekedar waktu yang berjalan dimana kamu harus seiring dengannya dan berlalu begitu saja.
Ketika sebuah keputusan harus diambil tentang masa depan dan kamu mau bilang " berhenti sebentar yah, biar aku bisa mikir dan gak nyesel besok", tetap saja dia berlalu..kalo begini aku harus bisa mendahului waktu..
Tapi.................Mungkinkah ?
Hilang
Saat segala sesuatu menjadi sempurna...
Saat yang terindah akan tergapai..
Saat sebuah energi positif mengalir...
Saat senyum selalu menghiasi...dalam detik...dalam menit...dalam jam....
Dalam hari saat gelap menjadi terang....
Ketidak tahuan ini akan apa yang terjadi...
Rasa ingin tahu ini ...
Tetap pada satu jawaban yang pasti.....
Hilang!
Hilang bersama satu yang tak pernah tersesali...
Dan aku akan selalu mengingat bagian itu......
Walau kunci hati ini kan ku buang kembali...
Pada bagian hari yang harus ku lewati..
Bersama hilang yang tak mungkin ku temukan!
Wednesday, March 24, 2010
keinginan......
Kubakar Saja.........
Tapi Kemana Aku Akan Berlari.......
Walaupun Dari Jauh.........
Biarlah Kesempatan Itu Datang, walaupun Hanya Aku......
Menutup Mata Dengan Cepat.
Itulah Solusinya.....
Tapi Masih Ada Yang Harus Aku........
Lirik Sebuah Kerinduan..........
Sayang Disini Tak Ada Laut.........
Hingga Anginnya Mampu Membawa Semua.....
This Some Lyric From Great Song :
I pull you close
Feel your love
Then I push you away from me
Protect myself
I'm not safe when my boundaries are violated
And it's kill or die
So I choose me
Over you
Kataku..
Aku hanya dapat tersenyum.........
Dalam waktu yang terus berjalan....
Yang setia dalam tiap detik dan menitnya.....
Seakan tahu aku akan diam dalam suara,
Namun tak akan pernah diam dalam imajinasi
Dalam khayalan terindah yang pernah ku pola........
Dalam kebahagian yang ku rasa.......
Dalam bunga tidur yang tak terarah...
Bulan selalu setia menemani langkah….
Dan bintang adalah teman dalam waktu…
Bersama warna warni bunga yang indah namun kan layu…
Hingga matahari akan mengantar pulang….
Sampai diam ku adalah…………..
Saat terindah dalam kesendirian....
Saat bahagia dalam kesepian hati…
Untuk doa akan langkah kedepan..
Untuk merenung akan saat yang terlewati
Untuk memahami kata-kata yang selalu terucap…
Namun bukan menyesali yang tak pernah tergapai……..
Karena hadiah terindah adalah hati kita sendiri….!!!
Waktu
Waktu juakan ku pada kebisuan
Waktu temukan ku pada kegelapan
Waktu suakan ku pada kekosongan
Waktu jauhkan ku pada suara
Waktu lepaskan ku pada tatapan
Waktu pisahkan ku pada kenyataan…
Waktu kah yang salah?
Waktu kah yang di benci?
Tidak…!
Waktu adalah kebaikan
Sebuah kesetian yang nyata
Sadarkan ku akan sebuah arti
Hantarkan ku pada kebahagian
Temani ku pada makna…
Jika bukan waktu…
Air mata ini tak akan ada
Pada sedihku terdalam
Dalam tidurmu yang panjang….

















