by, green-jea
Menatap air mata pada sebuah kisah
Kata-kata tertuang yang aku tak pernah bisa terbaca
Jika sebuah keberadaan hati tidak menyakitkan,
Mengapa harus ada pertarungan batin?
Mengapa harus ada kebesaran jiwa?
Memainkannya berulang
Hingga mampu memutar kembali waktu
Mengapa rasa kehilangan itu selalu ada?
Hingga jatuh ke tanah
Dalam sebuah keberadaan hati yang nyata.
Dalam senyum saat nama tertulis
Kisah dalam gelas kosong di atas meja
Gema mengisi kamar ini
Akankah kenangan pergi entah kemana?
Tidak ada kata yang dapat datang tanpa sebuah kesedihan
Tidak juga dapat menghentikan hujan
Hingga kuharap kau bisa mengambil kembali
Walau aku telah salah akan keberadaan mu…
Namun aku telah jujur pada keberadaan hatiku…..